CEGAH PIUTANG TIDAK TERTAGIH DENGAN CARA INI
Dalam sebuah bisnis itu yang namanya piutang usaha adalah bentuk dari aktivitas yang terjadi, ketika perusahaan akan menjual produk atau jasanya kepada pihak konsumen, akan tetapi konsumen tersebut tidak langsung melakukan pembayaran secara tunai.
Jadi kalau disimpulkan Piutan Usaha ialah pihak konsumen yang melakukan pembelian secara kredit biasanya dengan jangka waktu tertentu. Sesuai kesepakatan bersama antara konsumen dan produsen.
Pada saat perusahaan memutuskan untuk memberikan kredit kepada pelanggannya, tujuan mereka hanya 1 yaitu meningkatkan volume penjualan mereka. Agar pelanggan lebih tertarik untuk melakukan pemesanan barang di perusahaan/ toko mereka. Namun, disadari atau tidak hal ini memiliki resiko dimana jika “asal-asalan” dalam memberikan kredit makan akan timbul nilai piutang yang tidak tertagih.

Pengertian Piutang
Sebelumnya, kita perlu tahu apa itu piutang. Piutang merupakan unsur dari aktiva lancar yang terjadi akibat penjualan barang, jasa, atau pemberian kredit kepada seseorang. Biasanya, pembayarannya menggunakan waktu tempo selama 30 hari hingga 90 hari.
Dengan kata lain, orang lain memiliki kewajiban untuk membayar sejumlah uang atau kredit kepada kita berdasarkan tempo waktu tertentu. Biasanya, piutang bisa terjadi karena adanya transaksi akan penjualan barang dan jasa dari sebuah perusahaan.
Penggolongan Piutang
Disini ada yang perlu teman-teman ketahui, bahwasanya hanya ada 4 jenis penggolongan piutang didalam sebuah bisnis, apa saja itu ? simak penjelasanya dibawah ini :
· Piutang Lancar : Maksudnya ialah piutang yang sudah berhasil tertagih dan sesuai dengan kesepakatan di awal
· Piutang Tidak Lancar : Maksudnya ialah Piutang yang telah tertagih, akan tetapi sudah lebih dari waktu yang menjadi kesepakatan diawal, dengan begitu pihak dari penjual menjadi rugi atas hal tersebut.
· Piutang yang Dihapuskan : Artinya ialah piutang yang sudah tidak akan tertagih lagi, bisa dengan alasan konsumen mengalami kerugian besar sehingga bangkrut.
· Piutang Dicadangkan : Artinya piutang yang dari awal sudah disisihkan demi menghindari dari piutang tidak tertagih.
Lantas, gimana cara gampang untuk mengatasi piutang yang macet? Sebenarnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kendala ini.Berikut, ini, ada beberapa cara yang bisa kalian lakukan agar kalian bisa menghindari masalah piutang yang tidak tertagih.
1. Diskusikan Tagihan Terlebih Dahulu
Semakin awal pelanggan tahu bahwa anda menginginkan pembayaran tepat waktu, kemungkinan pelanggan membayar tepat waktu semakin besar. Sebaliknya semakin mereka telat mereka mengetahui, semakin besar kemungkinan mereka menunda pembayaran.
Misalnya, pada saat mereka memesan barang, anda bisa memberitahukan mereka pada saat itu juga bahwa perusahaan anda meminta pembayaran yang tepat waktu. Selambat-lambatnya, di hari yang sama saat anda mengirimkan barang pesanan.
Cara yang bisa ditempuh untuk melakukan hal itu, misalnya: dengan mengirimkan email atau menghubungi mereka via telpon. Sampaikan bahwa anda mengirimkan barang pesanan mereka hari ini.
2. Tawarkan Diskon Untuk Pembayaran Lebih Awal
Diantara pelanggan, mungkin ada perusahaan berskala besar. Biasanya mereka menerapkan kebijakan keuangan yang ketat—mereka tidak akan melakukan pembayaran lebih cepat dari tanggal jatuh tempo. Susah pasti mereka melakukan hal itu sebagai bagian dari strategi keuangan perusahaan mereka.
Untuk pelanggan yang seperti itu, anda bisa menawarkan diskon tertentu jika mereka melakukan pembayaran lebih awal. Ada perusahaan yang enggan melakukan hal itu, ada juga yang memang menerapkan sistem ini. Tentu anda bisa menentukan pilihan apakah anda memutuskan menawarkan diskon untuk pembayaran lebih awal atau tidak.
3. Tambahkan Pilihan Metode Pembayaran
Jika selama ini anda hanya menerima pembayaran via cek atau transfer, tidak ada salahnya anda tawarkan metode pembayaran lain—terutama sekali untuk pelanggan yang yang berlokasi di luar negeri.
Metode tambahannya mungkin pembayaran via credit card PayPal. Adanya tambahan pilihan metode pembayaran akan membuat pelanggan bisa mengatur pembayaran dengan lebih fleksibel.
4. Lakukan Follow Up Invoice Terjadwal
Ini super-penting. Sebagai bagian tak terpisahkan dari proses penagihan, jadikan kebiasaan untuk selalu mengawasai tanggal jatuh tempo piutang (tagihan) setiap hari. Software akuntansi tertentu—khususnya kelas ERP—biasanya memiliki fitur yang dapat menampilkan daftar piutang yang akam segera jatuh tempo—per nama pelanggan, sehingga pengguna software langsung menemukan jadwal jatuh tempo tagihan setiap kali mereka login. Jika software akuntansi anda memiliki fitur tersebut, setuplah seperti itu.Jika tidak, anda bisa menjalankan analisa umur piutang minimal sekali dalam seminggu untuk melihat jadwal piutang jatuh tempo dalam rentang waktu satu bulan ke depan. Masukan masing-masing tanggal jath tempo tersebut ke dalam kalender di Ms Outlook, setup alarm agar pop-up setiap kali ada piutang yang akan jatuh tempo.
5. Kenakan Denda Atau Provisi Untuk Setiap 1 Hari Keterlambatan
Keterlambatan pembayaran (dan kas masuk) bisa berakibat sangat buruk bagi perusahaan—terlebih-lebih jika perusahaan anda bukan yang berskala besar. Sehingga sangat masuk akal jika satu hari keterlambatan diperhitngan dengan denda atau provisi. Lagipula, hal ini sudah lumrah dilakukan.
Komentar
Posting Komentar